Sabtu, 21 Februari 2015

Butuh motivasi dot com



Annyeong haeseyo! Vina imnida.
Seriusan.. kali ini gue bener-bener butuh motivasi banget. Gue butuh dukungan, gue butuh kepercayaan orang-orang disekeliling gue dan ngasih semangat buat hidup dan mati gue.. #halahh
Tapi beneran, gue frustasi dan nyaris nelen baygon mentah-mentah! (Emang makan baygon musti di rebus dulu?? *mikir) Sebenernya gue udah merancang sedemikian rupa gimana masa depan gue, kuliah gue seperti di post gue sebelumnya. Gue pengen masuk Sastra Korea UGM. Jiahhh... rasanya kok muluk-muluk banget bisa kuliah di UGM ya! Gue tahu seberapa kemampuan gue, gue tahu saingan gue tuh siapa aja (lo lupa, gue kan punya indera ke-121), tapi kenapa harus UGM ya Awoohh??? Apa salah Baim ya Allahh??? Kenapa harus UGM dan UI doang yang ada Sastra Koreanya??! Walaupun rencananya gue mau aktif di dunia dibalik layar, tapi gue pengen masuk Satra Korea. Tapi ya itu.. kendalanya kenapa hanya ada di Universitas yang kayaknya sulit gue jangkau. Gue pernah ditanya nih sama salah satu guru, “Vin, mau ambil jurusan apa?” Waktu itu gue masih semangat-semangatnya, ya udah gue jawab, “Sastra Korea, pak.” Tiba-tiba wajah heran terlukis di wajah beliau. Terus guru gue tuh nanya lagi, “Emang prospek kerja di sastra korea jadi apa?” Dan dengan bodohnya gue ngejawab, “Jadi translator atau penerjemah, pak.” Guru gue langsung manggut-manggut seolah-olah mengerti. Yahh, gue tahu apa yang ada di pikiran guru gue saat itu. Mungkin gini, Emang masuk sastra prospek kerjanya bagus? Mau jadi apa ntar? Mau makan apa? Jalan pikiran gue emang berbeda sama orang-orang di luar sana. Gue milih jurusan yang bener-bener bikin gue penasaran. Gue rela mempelajari jurusan itu walaupun di SMA gue gak ada jurusannya. Bahkan gue nakal, nyuri-nyuri waktu buat belajar jurusan itu di sela-sela persiapan UN. Gue rela belajar sampek larut malem hanya karena menuntaskan rasa penasaran gue. Yups, SASTRA KOREA.
Dulunya gue bukan termasuk type orang-orang alay yang demen sama Boyband Girlband dan Drama-drama Asia asal Korea. Tahu sendiri lah, dulu lagu-lagu di hape gue tuh adanya Avenged Sevenfold, Dream Theater, tapi entah sejak kapan gue mulai ngisi hape gue dengan lagu-lagu korea. Awalnya gue nggak begitu tertarik sama korea, tapi ada beberapa Drama Korea yang menurut gue super duper bagus buat ditonton yaitu Endless Love (Itu loh yang pemerannya Jun Seo sebagai kakak dan Eun Seo sebagai adik, tapi Eun Seo ini ternyata bukan adiknya Jun Seo kandung soalnya dulu waktu bayi tertukar. Eun Seo ahkirnya tinggal bersama ibu kandungnya yang miskin dan ditinggal Jun Seo ke AS bersama keluarganya dan adik kandungnya. Saat dewasa, Eun Seo dan Jun Seo ini ketemu tapi muncul perasaan yang lebih dari sekedar seorang kakak dan adik, mereka jatuh cinta. Yang bikin mak jleb lagi, Eun Seo itu sakit parah dan meninggal. Si Jun Seo frustasi trus ketabrak mobil, meninggal juga deh.. ini kenapa jadi ngereview cerita sih??!!!) Drama keren lainnya adalah 49 Days, Naughty Kiss, My Girl Friend is Gumiho, dan Master Sun’s. Cuma itu aja sih yang gue suka. Gue mulai tuh download dan nyari-nyari soundtracknya tuh drama, alhasil hape gue terisi lagu-lagu korea (Tapi nggak ngehapus Dream Theater dkk).
Emang sastra bisa menjamin mapan? Mau jadi apa? Kata-kata yang kayak begini emang biasa sih ya, tapi ternyata juga bikin orang pesimis juga. Kemampuan dan minat tiap orang kan beda-beda. Lagian apa sih yang salah sama Sastra Korea?! Gue nggak mau maksain diri buat masuk Hukum, Teknik Kimia, Biologi, atau Kedokteran yang duitnya gede, mapan, profesi yang dianggap keren, yang justru malah bikin gue jadi kelompok mahasiswa pengeluh dengan tugas-tugas dari dosen. Hidup ini indah coy, harus dinikmati, jangan dibebani. Gue emang anak sastra dan seneng nulis, jadi gue nikmati, daripada milih ilmu eksak yang bikin hari-hari gue frustasi. Gue nggak milih jurusan karena bayarannya berapa, kerja di perusahaan mana, atau prospek kerjanya apa. Gue milih jurusan karena gue emang penasaran setengah mati sama tuh jurusan, lagian gue juga nggak mau lagi ketemu sama Kimia dan Fisika. Capek tau! Kelapa muda jatuh aja di hitung kecepatannya berapa, kalo gue mah boro-boro mau ngitung, langsung sikat iya...
Kendalanya adalah Sastra Korea adanya hanya di UI sama UGM. Kalo di UI gue udah sadar diri, secara persaingannya ketat banget, gue juga tahu lah siapa sih yang nggak kepengen kuliah di UI??!! Begitu pula dengan UGM, banyak banget yang ngincer bisa kuliah di UGM. Dengan hanya bermodal nilai rata-rata rapot yang cuma 85, 2 sertifikat provinsi dan 3 sertifikat kabupaten, gue masih ngerasa pesimis bisa masuk Sastra Korea UGM. Ya, gue naruh harapan di UGM. D3 pun nggak apa-apa lah, yang penting masuk Sastra Korea. Semua orang kan punya mimpi, jadi dia berhak memperjuangkan mimpinya. Gue butuh solusi, gue butuh saran. Gue sering ke BK buat konsultasi, BK bilang “Dicoba aja jalur SNMPTN dan SBMPTN kalau kamu minat”. Jawaban diatas kurang memuaskan. Gue butuh kepastian, sebenernya gue mampu nggak sih masuk Sastra Korea UGM? Gue bisa nggak sih?? Sebenernya kalaupun ada seseorang yang bilang kayak gini, “Vin, masuk UGM itu susah banget, gue gak yakin lo bisa masuk situ. Mending masuk Sastra Indonesia di Universitas lain aja.” Justru jawaban kayak gini yang gue tunggu-tunggu, bukan jawaban yang malah bikin gue makin bingung dan pesimis. Kalaupun ada yang bilang kayak gitu, mungkin gue bisa nyoba ngelirik Sastra Indonesia di Universitas lain. Tapi asli, gue pengen masuk Sastra Korea. Kalaupun ada Universitas lain yang buka jurusan itu, gue bakalan nglirik tuh Universitas. Tapi sayangnya, Sastra Korea hanya di UI dan UGM, and then harapan gue satu-satunya hanya di UGM, ya UGM. Soalnya alumni juga lumayan yang di UGM dan gue berada di Jateng (kayaknya tempat daerah juga berpengaruh). Yang dibutuhin sekarang hanya kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat keatas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa. “Percaya pada 5 cm di depan kening kamu”. Butuh info-info lomba nulis nih buat nambah-nambah sertifikat!

Sabtu, 31 Januari 2015

NO HOAX



Aku paling benci dengan sms yang mengharuskan penerima meng-forward sms itu ke beberapa kontak. Apa lagi diikuti dengan embel-embel horror didalamnya. Pagi itu aku mendapatkan sms entah dari siapa, nomornya tak terdaftar di kontakku.
From: 087734095xxx
05.20 a.m
Namaku Ayu. Aku adalah gadis buruk rupa dan tidak ada seorangpun yang mau berteman denganku. Aku sudah mati dengan luka penuh sayatan dan kali ini aku sedang mecari teman untuk menemaniku bermain. Kirim sms ini ke 30 temanmu dalam waktu 5 menit, jika tidak kamu yang akan menemaniku. No Hoax.
            Aku tersenyum geli membaca pesan ini. Menurutku orang yang percaya dengan sms ini adalah orang yang tidak bisa berfikir secara logis, tidak mau menggunakan otaknya untuk berfikir rasional. Aku tidak menggubris isi sms itu apalagi meng-forwardnya. Aku meletakkan ponselku di meja begitu saja begitu Mama memanggilku. “Firli, bangun!” teriak Mama dari balik pintu kamarku. “Iya mah, udah bangun!” sahutku ikut berteriak.  Aku segera bangkit dari gulungan selimut yang hangat itu, kemudian berjalan perlahan menuju kamar mandi. Kebetulan kamar mandiku berada di dalam kamar. Jarak dari tempat tidur ke kamar mandi harus melewati cermin rias besar. Terlihat dicermin seperti ada bayangan putih ketika aku melintas. Aku mencoba mengucek-ngucek mataku yang belum jelas karena baru saja bangun tidur. Mungkin bayanganku sendiri kali ya? Entahlah, aku berusaha membuang fikiran negatif, dan lebih baik aku mandi sekarang!
            Setelah selesai mandi, entah kenapa suasana kamarku menjadi begitu mencekam. Kamarku memang gelap, tapi tidak segelap yang aku rasakan sekarang. Aku juga merasa ada yang aneh dengan kamarku, membuat jantungku berdegup sangat cepat. Ketika aku memakai baju seragamku, seperti ada sepasang mata yang seolah-olah mengawasiku. Ketika aku duduk di depan cermin, aku melihat bayangan itu di cermin. Bayangan seorang wanita di sudut ruang kamarku. Ketika aku menoleh ke belakang, bayangan itu menghilang. Nafasku semakin memburu karena ketakutan. Aku ingin segera keluar dari kamarku, tapi tubuh ini seolah-olah lumpuh. Aku membalikkan tubuhku ke depan cermin, dan bayangan itu ada lagi. Ketika aku membalikkan tubuhku, wajah wanita yang mengerikan tepat berada dihadapan wajahku, membuatku terlonjak kaget dan terjatuh. Wanita dengan baju putihnya yng penuh bercak darah, matanya yang putih tanpa pupil menatap tajam ke arahku, membuatku semakin tak kuasa menahan getaran di tubuhku. “Siapa kamu?” tanyaku ketakutan. Wanita itu semakin mendekatiku, aku berjalan mundur hingga menyentuh tembok. Seketika itu cermin rias tiba-tiba pecah. Wanita itu mengambil serpihan kaca dan tangannya siap ia ayunkan untuk menusukku. “Arrrgggghhhhhhh!!!!!” aku berteriak ketakutan. Tiba-tiba pintu kamarku dibuka, Mama langsung memelukku. “Sayang kenapa?” tanya Mama tapi aku tak memperdulikannya. Sosok itu masih disana! Masih mengincarku! Dia akan membunuhku!
***
            Sore itu Reno, Felice, Billy dan Feby sedang menikmati kopi di sebuah cafe, tempat favorit dimana mereka berkumpul. Soundtrack doraemon berbunyi disela-sela perbincangan mereka. “Ehh ada sms.. Bentar, Febby baca dulu. Sayang, ini mama. Mama ada di kantor polisi, tolong isikan pulsa 100ribu di nomor baru mama ya: 087734095160, pulsa mama habis. Cepat ya nak, nanti mama hubungi kamu, keadaan darurat.” Celetuk Febby polos membacakan isi pesan yang ia dapat. “Ya ampun mama, bisa-bisanya di kantor polisi..” Ucap Febby panik sembari beranjak dari duduknya. “Feb, mau kemana?” tanya Felice menahan Febby. “Aku mau isi pulsa dulu buat mama.” Jawab Febby langsung ngeloyor pergi. Baru beberapa langkah, dia kembali lagi. “Ehh, bukannya mama Febby lagi di Singapore sekarang?!” Ucap Febby menyadari. “Dasar otak udang. Mau aja dibegoin sama sms begituan.” Ejek Billy sekenanya. “Ihh, Billy. Febby kan panik tadi...” sambar Febby tak mau kalah. “Eh poni, potong dulu tuh poni biar kagak nutupin otak lu mulu..” ejek Billy lagi membuat Febby semakin manyun bibirnya. “Ren, dari tadi kok diem aja sih?” tanya Felice melihat Reno yang sedari tadi melamun. “Sepupu gue si Firli depresi. Sekarang di rumah sakit jiwa.” Jawab Reno meceritakan apa yang terjadi pada adiknya itu. “Firli yang cantik itu kan? Kok bisa?” tanya Felice lagi. “Gue juga nggak tahu kenapa. Tapi kata tante gue, Firli jadi aneh banget sekarang. Firli tuh merasa kalo dia bakal dibunuh sama orang.” Jawab Reno mengutarakan kegelisahan hatinya. “Gimana kalo kita jengukin Firli sekarang?” ajak Febby setelah menyeruput kopinya. “Ide bagus tuh. Gue setuju.” Celetuh Felice menyetujui ajakan Febby. “Gue juga. Tumben nih poni pinter.” Canda Billy sambil merusak tatanan poni milik Febby, sedangkan Febby sibuk merapihkan poninya.
            Jakarta-Bandung memang perjalanan yang cukup panjang, tapi untung saja bukan hari libur, jadi akses jalan masih lancar. Reno memberhentikan mobilnya di sebuah rumah sakit jiwa dimana Firli dirawat. “Lo yakin ini rumah sakitnya?” tanya Felice memastikan. “Alamatnya sesuai sama yang dikirim tante gue.” Jawab Reno kemudian mengajak Billy dan Febby yang sedari tadi ribut masalah poni. Reno menemui tantenya sekaligus melihat keadaan Firli secara langsung. Firli hanya diam dengan tatapan kosong, tidak heboh seperti biasanya ketika Reno datang. “Tiap malam Firli selalu mengerang ketakutan, tante sendiri sampai kecapekan ngejaga Firli. Tante nggak tahu apa penyebabnya. Sudah dua hari tante tidak pulang ke rumah. Kamu bisa ambilkan baju-baju Firli tidak?” pinta tante Hilma kepada Reno. “Iya tante. Nanti kalo tante kecapekan, biar kami yang jaga Firli. Kami permisi dulu.” Jawab Reno kemudian keluar dari ruangan. Langkah Felice sempat terhenti ketika ia mendengar suara Firli yang meminta tolong padanya. Ketika ia menoleh ke arah Firli, tapi Firli tetap dengan tatapan kosong. Felice yakin bahwa Firli sekarang sedang dalam bahaya. “Gue ngerasa Firli sedang butuh bantuan kita. Dia bukan mengalami masalah seperti orang biasa..” celetuk Felice ketika semuanya sudah masuk ke dalam mobil dan siap meluncur ke rumah Firli. “Kamsud L?” tanya Billy tak mengerti. “Maksud kali, Billy...” celetuk Febby membenarkan kalimat Billy. “Ini ada hubungannya sama makhluk halus.” Jawab Felice yang yakin dengan firasatnya. “Gue rasa juga gitu.” Ucap Reno kemudian menacap gas menuju rumah Firli.
            Sesampainya disana, mereka berempat langsung menuju ke kamar Firli. Felice dan Febby mengemasi baju-baju Firli yang nantinya akan dibawa ke rumah sakit, sedangkan Reno dan Billy mengecek apa yang sudah terjadi di kamar ini. “Aje gileee... adek lu emang cantik banget ye..” celetuk Billy begitu menemukan foto Firli yang tergeletak di meja kecil. “Wuuu dasar playboy cap kaki tiga!” ejek Febby membalas ejekan Billy. “Larutan kali, poni..” jawab Billy kemudian meletakkan kembali foto tersebut di meja. Tanpa disengaja, mata Billy terpusat dengan ponsel Firli yang tergeletak disamping foto yang baru saja Billy letakkan. Iseng, Billy membuka-buka ponsel Firli. Ketika Billy mulai menyalakan layar, langsung terbuka isi pesan yang terakhir kali Firli baca. Billy membacanya secara perlahan. “Guys.. guys.. sini deh!” panggil Billy, membuat Reno, Felice dan Febby mengkerubungi Billy. “Lihat isi pesan ini.” Ucap Billy sembari memperlihatkan isi pesan tersebut. Bruuakkk!!! Tiba-tiba pintu kamar Firli tertutup dengan sendirinya membuat mereka tersentak kaget. Mereka panik kemudian berlari menuju pintu dan berusaha membukanya. Cermin rias yang tiba-tiba pecah semakin menambah kepanikan mereka. “Billy, pengen pipis..” celetuk Febby ketakutan. “Ya ellah poni, disaat genting gini lu kebelet pipis?!” omel Billy yang akhirnya Febby pun diam. Reno yang selalu standby dengan handycam-nya, mengarahkan handycam itu menuju cermin. Dari layar handycam terlihat sosok mengerikan yang membawa serpihan kaca, sontak membuat mereka semakin berteriak ketakutan. Masih dengan menyorot sosok tersebut, Reno berusaha membuka pintu kamar dan akhirnya pintu itu terbuka. Mereka berlari secepat kilat keluar dari rumah itu, kemudian masuk ke dalam mobil dan menancap gas dengan tergesa-gesa. “Jantung Febby mau copot..” celetuk Febby sembari mengatur nafasnya. “Bener kan, Ren. Ada yang nggak beres sama Firli.” Ucap Felice yang juga mengatur nafasnya. “Ini ada hubungannya sama sms itu deh kayaknya.” Lanjut Felice. “Bill, lo baca lagi isi sms itu.” Pinta Reno disela-sela ia menyetir. Billy pun membacakan isi pesan tersebut. “Guys, gue yakin kalo setan yang kita lihat tadi itu Ayu. Nama gadis yang ada di dalam sms itu.” Ucap Reno menyimpulkan, diikuti anggukan sepaham dari Felice, Billy dan Febby. “Eh poni, lu gak jadi pipis?” tanya Billy mengingatkan. “Oh iya, Febby jadi lupa. Reno, mampir ke pom dulu ya, mau numpang toilet..” pinta Febby kepada Reno. “Tuh kan nih anak apa kagak saking blo’onnya sampek pipis aja lupa dan bisa pending.” Ejek Billy lagi.
            Sesampainya di rumah sakit, mereka bergantian menjaga Firli, sementara tante Hilma pulang sebentar untuk melihat keadaan rumah. Reno sempat khawatir, karena rumah sedang dalam keadaan tidak baik, tapi tante Hilma tetap ngotot untuk pulang, alhasil Reno pun memperbolehkan tante-nya untuk pulang. Reno melihati adiknya itu seperti seorang peneliti yang sedang meneliti suatu benda. Reno memanggil-manggil nama Firli berulang kali, tapi Firli tetap diam. Ketika tangan Felice menyentuh tangan Firli, Firli langsung menggenggam tangan Felice dengan erat. “Kak, tolong aku..” ucap Firli lirih sembari menatap Felice penuh harap. Felice memandang ke arah Reno, Febby dan Billy. “Apa yang bisa kakak bantu?” tanya Felice lagi. “Dia mau bunuh aku, Kak. Aku takut..” jawab Firli yang kini sudah mulai sadar akan dirinya. Felice, Reno, Billy dan Febby saling berpandangan seolah-olah mereka sepakat untuk membantu Firli. “Siapa yang mau bunuh kamu?” tanya Reno. “Dia...” jawab Firli menggantung. Firli sontak berteriak begitu melihat Febby yang mengeluarkan cermin kecil untuk berkaca. “Jangan! Jangan cermin!!” teriak Firli ketakutan. Seketika Febby memasukkan cerminnya kembali ke dalam saku roknya. “Kenapa? Ada yang salah sama cermin?” tanya Febby polos. “Dia datang dari cermin.” Jawab Firli sambil menitikkan air mata karena takut. “Kita harus ngelakuin sesuatu. Gue ada ide, tapi telfon tante Hilma dulu buat jagain Firli.” Pinta Felice kepada Reno, kemudian Reno menelfon mama Firli agar datang ke rumah sakit.
            Malam itu, mereka berempat masih berada di sekitar rumah sakit. “Setan itu datang kalo ada cermin. Sekarang keluarin cermin lo, Feb.” Pinta Felice, kemudian Febby mengeluarkan cermin dari saku roknya. Mereka menunggu lama, tapi sosok itu tak kunjung datang. “Kok gak nongol-nongol  sih??!” Rengek Febby yang sudah ngantuk menunggu terlalu lama. Hingga akhirnya, tiba-tiba tempat itu diselimuti kabut yang tebal. Mereka berjalan menghindari kabut tersebut. Semakin mereka berjalan, kabut itu semakin hilang. Tapi mereka bukan berada di dunia nyata lagi. Felice terus menarik pergelangan tangan Febby, hingga gelang yang dipakai Febby terjatuh. “Dimana nih?” gumam Billy melihat-lihat suasana yang asing. Mereka ber-empat berada di sebuah komplex mewah milik orang kaya raya. “Ettt dah.. Rumahnya mencorong semua!” ucap Billy terheran dengan rumah-rumah yang menjulang tinggi di samping kanan dan kiri mereka. “Bil, bukan saatnya ndeso kayak gitu..” omel Felice. Mereka terus berjalan, langkah demi langkah yang semakin membuat mereka penasaran. Mereka kemudian melihat di suatu taman beberapa gadis remaja yang sedang bermain. Tidak. Bukan bermain. Lebih tepatnya menyiksa seorang gadis lain yang buruk rupanya. “Nama kok nggak sesuai sama rupanya. Wuuu dasar Ayu jelek!” teriak salah satu dari sekian banyak gadis. Gadis buruk rupa itu akhirnya keluar dari kerumunan gadis-gadis lain yang menyiksanya, dan berlari memasuki sebuah rumah. “Dia Ayu. Ayo ikuti dia!” ajak Reno, kemudian mereka berempat mengikuti Ayu. Ini adalah dunia dimana Ayu masih hidup, dan mereka berempat seolah-olah tak terlihat. Ayu masuk ke dalam kamar, kemudian berdiri di depan cermin besarnya.  Dia menyilakkan rambutnya dan terlihat wajah cacat Ayu yang mengerikan. “Kenapa aku lahir dengan wajah seperti ini..” keluh Ayu menyesali dirinya yang terlahir cacat rupa. Ayu kemudian mengambil silet di laci mejanya. Perlahan dia menyayat wajahnya sendiri dengan silet itu. Dia mengerang kesakitan, tetapi tangannya terus saja menggerakan silet untuk melukai wajahnya. Pertama, dia menyobek bibirnya hingga menembus telinganya. Lagi-lagi dia mengerang kesakitan, kemudian melanjutkan aksinya itu dengan mengiris kornea matanya. Wajahnya kini berlumuran dengan darah segar yang mengucur deras dari bibirnya dan matanya. Aksi yang dilakukan Ayu membuat Reno, Febby, Felice dan Billy begidik ngeri. Febby memegangi wajahnya, seolah-olah membayangkan bila hal itu terjadi pada wajahnya.  Tidak sampai di situ, Ayu kemudian memecahkan cerminnya menggunakan kepalanya hingga cermin itu pecah. Dia mengambil serpihan pecahan cermin itu dan menusukkannya pada perutnya. Dia mencabutnya kemudian menancapkan serpihan kaca itu ke arah jantungnya. Sungguh, pemandangan yang mengerikan. Ayu kemudian mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu. Seketika Ayu terjatuh dan terkapar tak berdaya. “Dia udah mati?” tanya Felice bergetar. “Mungkin..” jawab Reno sembari menelan ludah karena rasa takut yang dirasakan. Tiba-tiba Ayu bangkit dengan sigap membuat mereka terlonjak ketakutan. “Sekarang, kalian yang akan aku bunuh!” ucap Ayu sembari mengambil serpihan cermin yang menancap di jantungnya. Mereka berlari keluar, menghindari Ayu yang kini sedang mengincar mereka. “Reno, kita harus ngapain?” tanya Felice disela-sela mereka berlari.  “Febby udah nggak kuat.” Keluh Febby yang nafasnya sudah ngos-ngosan. “Kita harus keluar dari tempat ini.” Jawab Reno panik. “Caranya?” tanya Billy. “Kita harus cari kabut itu lagi, biar kita bisa balik ke dunia nyata.” Jawab Reno.  Mereka terhenti di sebuah taman yang tadi mereka lewati. Ada banyak jalan yang membuat mereka bingung harus melewati jalan yang mana. Sementara Ayu sudah semakin dekat. Tawanya yang mengerikan itu semakin terdengar. “Sial, ini tipuan!” umpat Reno kesal. Seketika mata Febby melihat suatu benda di salah satu jalan, dan benda yang ia lihat itu adalah gelangnya yang hilang tadi. “Temen-temen! Itu gelang Febby yang jatuh tadi. Berarti kita tadi lewat jalan ini.” Celetuk Febby seolah-olah membuat harapan Felice, Reno dan Billy untuk tetap hidup dan kembali ke dunia nyata. Mereka melewati jalan itu, dan ternyata benar itu adalah jalan yang tadi mereka lewati. Sial nasib mereka, ketika mereka sudah berada di dunia nyata, sosok Ayu rupanya ada disini. Sontak mereka berempat berteriak ketakutan. Apalagi ditambah suasana malam yang sepi dan mencekam. “Hey hantu! Stop. Aku punya make up lengkap, mulai dari pelembab, alas bedak, eyes shadow, eyeliner, bulu mata palsu, lipstik warna-warni, jepitan rambut sampek rol buat merapihkan poni, Febby punya. Jadi hantu, kamu nggak usah merasa minder dengan wajah jelek karena Febby bisa merubah kamu jadi cinderella. Ayo sini, nggak usah malu-malu.” Ucap Febby dengan lidah cedalnya. “Ya elah poni... setan lu ajak ngobrol. Kagak sekalian aja lu bawa ke salon?!” omel Billy melihat tingkah laku sahabatnya yang blo’on itu. Sosok Ayu menggaruk-garuk kepala karena bingung berhadapan dengan Febby. “Hantu, sini! Mau cantik nggak sih kayak Febby?” tanya Febby diikuti raut muka heran dari Reno, Felice dan Billy. “Felice, tolong ambilin tas make up Febby ya di mobil. Cepet..” suruh Febby.  “I..iya.” jawab Felice kemudian pergi mengambil tas make up milik Febby dan membawanya kembali. Dengan secepat kilat, Febby mengajak sosok Ayu ke toilet diikuti Reno, Billy dan Felice untuk menjaga sahabatnya yang blo’on itu. Febby mulai  mengkramasi rambut Ayu yang sudah menggimbal. Di dalam rambut Ayu, Febby menemukan cacing, kecoa dan tikus. “Ya ampun.. ini kepala apa kebun binatang.” Ucap Febby begidik. Setelah itu Febby mulai merias wajah Ayu dengan cepat. Ketika Febby mengeluarkan kacanya dan menunjukkannya kepada Ayu, Ayu mulai tersenyum puas dan perlahan sosok Ayu memudar kemudian menghilang seperti kabut. “Aje gile...” ucap Billy terheran-heran. Bukan hanya Billy, tapi Reno dan Felice pun ikut heran sambil menggeleng-gelengkan kepala mereka masing-masing.
            Pagi itu, Firli sudah kembali ke rumah diantar  Reno, Febby, Felice dan Billy. Semuanya tertawa mendengar ocehan Febby yang menceritakan aksinya ketika mendandani hantu. “Eh poni, mending lu buka salon khusus buat setan deh.. hahah” canda Billy, disertai gelak tawa dari semuanya. Akhirnya Firli mulai hidup secara normal, dan dia menjadi percaya dengan sms-sms seperti itu. Walaupun sms yang dia dapat memang omong kosong, tapi apa salahnya untuk cari aman, toh ada gratisan dan pulsa tidak berkurang kan?!
“Misi kita sukses!” teriak mereka berempat ketika pulang dari Bandung menuju Jakarta. Tiba-tiba soundtrack doraemon milik Febby berbunyi. Febby membaca isi sms itu, “Terimakasih atas make overnya, nanti aku langganan ya! Huaaaaaaa....” mereka berempat sontak berteriak begitu mereka tahu bahwa sms itu adalah sms dari Ayu. “Hantu gaul punya hape...” ucap Billy disela-sela mereka berteriak di dalam mobil.

THE END

Bingung milih prodi?



Aloo alooo... kangen nih!!Hari gini masih sempet-sempetnya ngeblog, harusnya belajar yaakk... 2 bulan lagi UN pula... But, gue mau refreshing sejenak sebelum menghadapi UN. Ape lo bilang? Refreshingnya setelah UN? Iya kalo lolos SNMPTN, kalo enggak waktu luang itu pasti disibukkan dengan belajar buat SBMPTN coy!!! Karena apa, gue gak yakin bisa tembus SNMPTN dengan modal nilai rapot yang rata-rata cuman 85, itupun naik turun.
Nah, gue mau sejenak sharing sama elo yang masih pada bingung mau masuk prodi apa, univ mana. Yang ada di pikiran elo sekarang pasti peluang kerjanya ya kan? Ngaku deh lo.. Kerja mapan terus gajinya jutaan rupiah, ya kan? Kalo kayak gitu lo perlu ngerubah nama elo jadi BEJO guys. Lo inget kagak semasa jaman ingusan jaman SD, lo pernah ditanyain sama guru SD lo entar kalo lo udah gede mau jadi apa?!  Gue yakin 100% dari elo jawab dokter, polisi, tentara, dan kebanyakan pengen jadi guru. Kayaknya cuman 4 profesi itu yang paling favorit dimata anak-anak. Yang lebih parah lagi pengen jadi manten (pengantin). Karena saking bego’nya, mungkin diantara elo juga ada yang bercita-cita jadi preman pasar #nah loh??!!! Tapi gue maklum sih, anak SD kan masih labil.. Ngomongin masalah labil, bisa aja loh hari ini ditanya mau jadi apa , jawabnya pengen jadi guru. Trus besoknya ditanya lagi, ehh malah pengen jadi dokter. Minggu depan ganti jadi tentara, pokoknya segala yang baru elo tahu, pasti lo pegen jadi itu. Mulai dari tukang ojek sampek jadi banci pinggir empang.. #eerrr  Alasannya pun simpel, pengen kayak yang di tipi-tipi, pengen kayak bu guru/pak guru, pengen kayak mama/papa, tanpa alasan pun ada “pengen aja”. Pada ketawa kan lo kalo inget jaman SD dulu??!! Sekarang elo bandingin deh, dulu waktu lo SD, lo bisa jawab dengan spontan waktu lo ditanya pengen jadi apa oleh guru. Nah sekarang udah segede kingkong gini masih aja bingung mau masuk prodi apa. Lu renungin dah ituu... Sekarang nggak harus jadi dokter, polisi, tentara, atau guru, tapi lo bisa jadi apa aja yang elo mau. Biasanya lo sering ngusulin temen lo sendiri..” eh lo pantesnya disini, elo pantesnya di situ, elo pantes jadi ini, elo pantes jadi itu,” tapi giliran kemampuan diri sendiri kagak ngenalin. Harusnya lo lebih mampu mengenali kemampuan elo di bidang apa. Nah, untuk urusan prodinya lo nggak usah mikirin deh, kalo elo masuk prodi ini pasti jadi ini terus kerjanya disini gajinya segini. Jangan mikirin itu! Contoh nih ya, tetangga gue Sarjana Hukum, dia kagak jadi hakim/jaksa tuh.. dia malah jadi pegawai bank sekarang. Sekarang lo mantepin diri deh, pilih aja sesuai hati elo prodi mana yang bakalan lo masukin. Lo nggak perlu mikir entar jadi apa gajinya berapa, yang penting lo kuliah dulu, jalanin, karena di dunia kampus lo bakal nemuin hal-hal baru disana.. Udah mantep lo?
Oke kita lanjut sama jalur masuk ke PTN. Ada tiga jalur utama masuk PTN yaitu, SNMPTN (jalur undangan), SBMPTN, dan UM (UM ini beda-beda namanya di masing-masing univ). Gue kurang yakin sih dengan nilai rata-rata yang cuman 85 + 5 sertifikat tk-kab dan prov bisa tembus SNMPTN. Soalnya gue merasa nggak pantes aja berbesar diri bisa tembus jalur itu. Menurut gue cuma orang-orang pinter + orang bejo yang bisa tembus SNMPTN (moga-moga gue termasuk orang bejo). Elo gimana? Kalo lo merasa yakin bisa tembus SNMPTN, ya menurut gue itu sah-sah aja. Misalnya lo ditanya, “Lo ikut jalur apa?” terus lo jawab, “SNMPTN dong..” terus temen lo nanya lagi, “Yakin lo bisa tembus, nggak ikut SBMPTN?” trus elo jawab lagi, “Yakin lah, kan gue pinter..” yupss itu sah-sah aja. Tapi jangan depresi kalo waktu pengumuman ternyata lo nggak lolos SNMPTN. Lo bisa nangis darah 40 hari 40 malem. Nggak ada salahnya kok elo ambil plan B ikut SBMPTN. Setelah UN berlangsung, lo bisa belajar lagi  buat persiapan SBMPTN. Jadi lo ada peluang lebih besar daripada anak-anak yang cuman ngandelin SNMPTN doang. Masalahnya, jarak pengumuman SNMPTN dan pelaksanaan SBMPTN cuman berjarak 1 bulan. Nah, buat yang cuman mengandalkan SNMPTN aja trus kagak lolos, lo bakalan kelabakan nyiapin SBMPTN sementara waktu 1 bulan itu nggak cukup buat belajar SBMPTN, menurut yang gue denger soal SBMPTN itu lebih susah daripada soal UN. Jadi, nggak ada salahnya belajar SBMPTN buat cari aman kalo-kalo SNMPTN nggak lolos. Tapi kalo lo bener-bener yakiiinnn banget bisa tembus SNMPTN sihh buat gue not that all, tapi kalo gue sih mending cari aman... :D
Sekarang ngomongin di dunia kampus, tadi gue bilang kan kalo lo masuk di jurusan ini nggak harus jadi orang yang di jurusan itu. Karena apa, di Universitas sama di SMA itu beda jauh. Kalo misalnya OSIS di SMA pembinanya masih ngatur, nah kalo di Universitas lain kita harus bener-bener mandiri dengan kegiatan kampus. Banyak banget kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang bakalan elo temuin disana. Kalo rencana gue, gue mau ambil sastra Indonesia. But, gue mau ikut fotografi, broadcast, band-band-an, soalnya gue paling seneng sama dunia dibalik bakwan,, ehh maksudnya dibalik layar.. agak melenceng dari jurusan sih.. Toh nanti di kemahasiswaan bakalan ada seminar-seminar yang menghadirkan narasmber terkenal, sutradara atau produser film misalnya. Kalo skill lo bagus di bidang itu, pasti deh lo dapet sorotan lebih dari narasumber itu. Lo kenal akrab dan jaringan kerjasama akan terhubung dengan sendirinya. Bahkan lo bisa dapat pekerjaan sebelum lulus sarjana dan nyalip temen-temen lo yang sudah sarjana tapi belum aja dapet kerjaan. Siapa tahu kan kalo lo kenal sama orang-orang penting kayak gitu, lo bisa di orbitin jadi penyanyi (kalo suara lo bagus), lo bisa jadi artis pendatang baru paling top, lo bisa jadi asistant sutradara, intinya lo diajak kerjasama deh... Misal lagi, lo ambil jurusan Management, tapi hobi lo fotografi, lo bisa ikut kegiatan fotografi. Nantinya juga ada seminar-seminar dari fotografer majalah-majalah ternama. Trus mereka tahu hasil jepretan lo tuh bagus, trus lo diajak kerjasama sama perusahaan majalah itu, kan lumayan. Gimana? Sudah ada pandangan???!!! Gue yakin diantara elo pasti udah ada yang mantep hatinya.
Nah urusan cinta, sebenernya gue males mau bahas ini, tapi karena ini juga termasuk di dunia mahasiswa, so gue bahas ya... Inget nggak kata Pak Mario Teguh yang isinya gini, “Jangan pacaran. Selama mungkin jangan pacaran. Study dan karir adalah yang lebih utama. Jika saatnya sudah sesuai cinta yang berkelas akan datang.” Intinya lo gak usah cari pasangan yang tajir, baik, soleh, pinter, dan berkualitas. Lo cuman berdiam diri, fokus study sama karir, lo jadi orang baik, orang pinter, soleh, berkualitas, ntar juga ada orang yang seimbang sama elo, yang mau jadi pendamping hidup lo.. cieelahhh... Intinya lagi, kalo lo mau dapet pasangan berkualitas, lo juga harus berkualitas dulu. Pengen dapet yang soleh/solehah, lo juga harus soleh/solehah dulu, gituuu... Khususnya buat para cewek nih, setelah lulus S1 mending cepet-cepet nikah/cari pendamping dulu daripada lanjut ke S2 atau S3. Soalnya menurut gue, makin tinggi derajat si cewek, makin kagak berani cowok buat nglamar kalo kagak sama-sama S3-nya. Kebanyakan cowok tuh gengsi sama cewek-cewek yang derajatnya ada diatas cowok. Jadi buat para cewek ngalah dulu aja deh S2-nya daripada jadi prawan tua.. hahah. Misal kalo lo ngebet banget mau nglanjutin S2, setidaknya lo udah punya pacar yang bisa dipercaya, yang nggak bakalan ninggalin elo...
Ini topik panjang amat ya, dari jaman SD sampek nikahan segala. Hahah... gue ngomong disini kayak orang paling bener aja ya... sebenernya kalimat-kalimat emas diatas gue dapet dari orang-orang yang ngasih pencerahan ke gue, trus gue salurin tuh pencerahannya biar dunia lo tuh ikutan cerah kayak gue, biar apa yang gue serap juga bisa lo serap. Apa yang jadi jalan pikiran lo, pilihan lo, impian lo, mimpi-mimpi lo, lo lakukan dan letakkan 5 cm di depan kening lo! Yang dibutuhin sekarang hanya ada kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat keatas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa. “Percaya pada 5 cm di depan kening kamu”. Cieelahhh bisa serius juga gue... hahaha see you next time..

Rabu, 03 Desember 2014

SMA NEGERI 1 CANDIROTO







Alohaaa.. Apah kabar semuanyahh??? Alhamdulillah yah, eike bisa nyambung nulis-nulis gaje kek beginian. But, tulisan gue kali ini bukan sulap bukan sihir. Maksud gue bukan sembarang tulisan!!! Ini tentang sekolah kebanggaan gue. SMA NEGERI 1 CANDIROTO TEMANGGUNG. Yaiyalah, sekolah yang dulu dipandang sebelah mata sama orang-orang, sekarang jadi SMA Favorit. Jadi, bagi yang belum tahu berita ini, gue pengen ngasih tahu Headline terbaru ini ke kalian-kalian semuanyaaah.. :D
SMA NEGERI 1 CANDIROTO (kenapa gue nulisnya pake huruf besar di bold lagihh? Soalnya gue udah bangga tingkat dewa sama sekolah ini.. lebayy) berhubung gue lupa kapan berdirinya, mending kita itung-itungan dulu. Tahun 2014 SMA NEGERI 1 CANDIROTO udah ngelaksanaain Wisuda Purnawiyata yang ke-24 ditambah 2 tahun kelas X dan XI (masa’ iya angkatan pertama kelas X langsung lulus. Gak mungkin kan???!!) So, gue menyimpulkan SMA NEGERI 1 CANDIROTO berdiri 26 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 1988. Kalo buat manusia itu umur yang pas buat merid (nah loh??!). Tapi kalo buat sekolahan, itu umur masih bau kencur istilahnya. SMA NEGERI 1 CANDIROTO udah sering gonta-ganti Kepala Sekolah, but gue mau ngenalin Kepala Sekolah gue yang terakhir ini, yang tentunya membawa perubahan besar bagi sekolahan gue. Yap, yang terhormat Drs. Bambang Haryanto, M.Pd. Lanjuuuttttt!!!!!
Gue ceritain terlebih dahulu, gimana SMA NEGERI 1 CANDIROTO sebelum berjaya kayak sekarang. Gubraaak!!!  Saat gue lulus dari SMP, gue masih bingung mau daftar dimana. Gue kan pindahan yak, jadi belum tahu lah sekolah-sekolah bagus di daerah Temanggung. Nah, dari mulut ke mulut, gue denger ada SMA terdekat disini. Gue coba daftar kesana dan tinggal nunggu pengumuman. Ciyus dah, gue daftar cuma ke sekolah itu doang, gak ada yang lain. Iya SMA NEGERI 1 CANDIROTO tok. Temen-temen gue yang lain daftar ke SMA tetangga, ada yang ke SMA di kota juga, trus SMA NEGERI 1 CANDIROTO just cadangan. Kalo keterima di SMA yang diinginkan pasti yang lain lewaaat. Huh... gue kan setia dan gak pernah menduakan kayak mereka (opo hubungane jal??). Entah bisikan dari siapa gue mantep aja daftar ke situ,  dan gue punya feeling kalo SMA ini bakalan jadi SMA yang keren (feeling gue akhirnya bener kan??!! :D). SMA gue dulunya cuma dipandang sebelah mata sama orang-orang, gegara letak geografisnya yang pojok dan jauh dari perkotaan. But, disinilah tambang emasnya. Karena letaknya yang masih sejuk dan asri, apalagi masih banyak pepohonan dan hamparan luas pemandangan hijau nan dekat disini, SMA NEGERI 1 CANDIROTO menjadi sekolah ber-ADIWIYATA NASIONAL. Setelah sukses dengan persiapan Akreditasi 2 bulan dan mendapat akreditasi A, SMA NEGERI 1 CANDIROTO langsung menuju Adiwiyata Nasional. Apa itu Adiwiyata? Menurut yang gue denger, Adiwiyata sejenis title yang diberikan kepada sekolah yang berwawasan lingkungan. Nggak tanggung-tanggung loh, ini gak ada level kabupaten atau provinsi tapi langsung go Nasional broo!!! Lu bayangin aja, gimana persiapannya yang hanya beberapa bulan, setahu gue 4 bulanan sih. Mulai dari kebersihan sekolah, dibentuknya KPLH (Kelompok Peduli Lingkungan Hidup), lahan tanaman, pembuatan komposter, pembibitan ikan, lahan tanaman toga (tanaman obat keluarga), bank sampah, prakarya barang bekas, dan sebagainya. Persiapan yang tentu menguras banyak waktu dan tenaga dalam 4 bulan langsung tembus. Padahal nih ya, biasanya butuh persiapan bertahun-tahun buat SMA lain yang letaknya di perkotaan. Tapi berhubung SMA NEGERI 1 CANDIROTO masih banyak unsur tanahnya daripada pavingnya plus ada penangkaran burung hantu juga, so bagi gue ini emang pantas bahkan sangat amat pantas. Nah, karena mendapat title Sekolah ber-Adiwiyata, sekarang akan ada program kejutan lagi. Katanya pak Huda, SMA NEGERI 1 CANDIROTO bakalan jadi ‘Sekolah Sahabat Bumi’ dan sedang mengajukan proposal ke sekolah-sekolah lain untuk berbagi pengalaman singkat. Trus, ada juga program buat pemanfaatan lahan yang rumornya bakalan dibangun sejenis penangkaran flora fauna dan ada flyingfox-nya juga. Hehehehe... Ditambah lagi, sekarang lagi dalam proses pembuatan listrik memanfaatkan energi surya. Wow!!! Buat gue ini adalah kejutan. Kejutan dari feeling gue selama ini. Dan impian gue terwujud, dengan lulusnya gue nanti dari SMA yang memiliki banyak title yang nantinya akan disegani banyak SMA lain, ya SMA NEGERI 1 CANDIROTO. Buat alumni, SMA NEGERI 1 CANDIROTO berbanggalah, karena SMA kalian sekarang menjadi SMA yang besar dan berjaya. Kalo titlenya digabungin gimana ya??? SMA NEGERI 1 CANDIROTO, SEKOLAH SAHABAT BUMI TER-AKREDITASI A DAN BER-ADIWIYATA SERTA BERCAGAR FLORA DAN FAUNA. Puanjangnyaaa.. :D
Pak Heri, Pak Agus, Pak Huda, Bu Ratri, Pak Steef, dan semua guru yang terlibat yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, kami menunggu kejutan yang lainnya! Kami menunggu kejutan-kejutan lain yang membuat kami semakin bangga bersekolah di SMA NEGERI 1 CANDIROTO.

Gimana? Tertarik daftar ke SMA ini? Ayolahh.. come on! Akan banyak kejutan di SMA NEGERI 1 CANDIROTO. Jangan dilihat dari letak geografisnya, tapi lihat prestasinya! See you next time.. :*